BKIM JATENG – Kumpulan 30 latihan soal PPG beserta kunci jawaban dan pembahasan materi literasi serta pedagogik untuk membantu persiapan seleksi PPG 2026.
Persiapan menghadapi seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) membutuhkan pemahaman materi sekaligus kemampuan menerapkan konsep dalam berbagai situasi pembelajaran. Salah satu cara yang dapat dilakukan calon peserta adalah berlatih mengerjakan soal PPG beserta kunci jawaban dan pembahasannya.
Latihan soal membantu peserta mengenali pola pertanyaan, memahami konsep keilmuan, serta mengasah kemampuan menganalisis persoalan yang berkaitan dengan dunia pendidikan.
Materi latihan berikut mencakup kemampuan dasar literasi, perkembangan kognitif dan moral peserta didik, perkembangan sosial emosional, hingga penanganan kesulitan belajar.
Soal-soal ini dapat digunakan sebagai bahan belajar mandiri sebelum mengikuti seleksi PPG 2026. Perlu diperhatikan bahwa latihan ini merupakan bahan belajar, bukan soal resmi atau bocoran soal seleksi.
A. Latihan Soal PPG Kemampuan Dasar Literasi
Teks 1 untuk soal nomor 1–4
Selama satu dekade terakhir, jumlah anak muda Indonesia yang memilih menempuh pendidikan vokasi mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Data dari beberapa lembaga pendidikan menunjukkan bahwa peminat program vokasi di bidang teknologi informasi dan pariwisata tumbuh lebih cepat dibandingkan program vokasi lainnya.
Fenomena ini tidak lepas dari perubahan pasar kerja yang semakin membutuhkan tenaga terampil dengan keahlian spesifik, bukan sekadar gelar akademik semata.
Meski demikian, peningkatan minat ini belum diimbangi dengan kesiapan infrastruktur di banyak sekolah vokasi. Sejumlah laboratorium praktik masih menggunakan peralatan lama yang tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Akibatnya, sebagian lulusan vokasi tetap mengalami kesulitan saat memasuki dunia kerja karena kesenjangan antara apa yang dipelajari di bangku sekolah dan apa yang dibutuhkan oleh industri.
Beberapa pengamat pendidikan berpendapat bahwa solusi jangka pendek yang paling realistis adalah memperkuat kemitraan antara sekolah vokasi dan perusahaan, misalnya melalui program magang yang lebih terstruktur. Namun, solusi ini pun bukan tanpa tantangan karena tidak semua perusahaan bersedia menanggung biaya pelatihan tambahan bagi siswa magang.
1. Berdasarkan teks di atas, apa penyebab utama meningkatnya minat terhadap pendidikan vokasi?
A. Biaya pendidikan vokasi yang lebih murah dibanding perguruan tinggi
B. Perubahan kebutuhan pasar kerja terhadap tenaga terampil
C. Berkurangnya jumlah perguruan tinggi negeri
D. Dorongan pemerintah melalui subsidi khusus
E. Rendahnya minat terhadap pendidikan akademik
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Paragraf pertama menjelaskan bahwa meningkatnya minat terhadap pendidikan vokasi berkaitan dengan perubahan kebutuhan pasar kerja. Industri semakin membutuhkan tenaga kerja terampil dengan keahlian spesifik.
2. Informasi manakah yang secara tersirat dapat disimpulkan dari paragraf kedua?
A. Semua sekolah vokasi di Indonesia memiliki fasilitas yang memadai
B. Kesenjangan antara kurikulum dan kebutuhan industri berdampak pada kesiapan kerja lulusan
C. Industri tidak lagi membutuhkan lulusan vokasi
D. Sekolah vokasi lebih diminati daripada sekolah akademik di seluruh Indonesia
E. Peralatan praktik di sekolah vokasi selalu diperbarui setiap tahun
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Teks menjelaskan bahwa peralatan praktik yang sudah lama dan tidak sesuai kebutuhan industri menyebabkan sebagian lulusan kesulitan memasuki dunia kerja. Artinya, terdapat kesenjangan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan industri.
3. Sikap penulis terhadap solusi kemitraan sekolah-industri yang disebutkan dalam teks adalah…
A. Menolak sepenuhnya karena dianggap tidak realistis
B. Mendukung tanpa syarat karena dianggap solusi ideal
C. Memandangnya sebagai solusi yang menjanjikan namun tetap memiliki kendala
D. Menganggapnya sebagai solusi yang sudah terbukti gagal
E. Tidak memberikan pandangan apa pun terhadap solusi tersebut
Kunci jawaban: C
Pembahasan: Penulis menyampaikan kemitraan sekolah dan perusahaan sebagai solusi yang realistis. Namun, penulis juga menjelaskan kendalanya, yaitu tidak semua perusahaan bersedia menanggung biaya pelatihan siswa magang.
4. Kalimat manakah yang paling tepat menjadi simpulan keseluruhan teks?
A. Pendidikan vokasi di Indonesia sepenuhnya siap menghadapi kebutuhan industri
B. Minat terhadap vokasi meningkat, tetapi kesiapan infrastruktur dan kemitraan industri masih menjadi tantangan
C. Program magang adalah satu-satunya solusi bagi masalah pendidikan vokasi
D. Sekolah vokasi sebaiknya dihapuskan karena tidak relevan lagi
E. Perusahaan wajib membiayai seluruh proses pendidikan vokasi
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Pilihan B mencakup dua gagasan utama dalam teks, yakni meningkatnya minat terhadap pendidikan vokasi dan masih adanya persoalan infrastruktur serta kemitraan dengan industri.
Teks 2 untuk soal nomor 5–8
Sebuah kampanye di media sosial mendorong masyarakat untuk mengurangi konsumsi air kemasan dan beralih ke penggunaan botol minum isi ulang.
Kampanye tersebut mengklaim bahwa produksi satu botol plastik sekali pakai menghasilkan limbah karbon yang jauh lebih besar dibandingkan penggunaan botol isi ulang dalam jangka panjang.
Klaim ini disertai infografis yang beredar luas, tetapi tidak mencantumkan sumber data maupun lembaga yang melakukan penelitian tersebut. Beberapa akun lain kemudian membagikan ulang infografis itu dengan menambahkan angka-angka baru yang berbeda dari versi aslinya tanpa penjelasan mengenai asal data.
Di sisi lain, sejumlah lembaga penelitian lingkungan yang kredibel memang pernah menerbitkan kajian serupa, tetapi dengan metodologi dan angka yang berbeda dari informasi yang beredar di media sosial.
5. Mengapa infografis yang beredar di media sosial tersebut patut dipertanyakan kredibilitasnya?
A. Karena kampanyenya mengajak masyarakat mengurangi sampah plastik
B. Karena tidak mencantumkan sumber data yang jelas dan angkanya berubah-ubah tanpa penjelasan
C. Karena dibagikan oleh banyak akun media sosial
D. Karena topiknya berkaitan dengan lingkungan
E. Karena bertentangan dengan pendapat pribadi pembaca
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Kredibilitas informasi perlu didukung sumber data yang jelas. Infografis tersebut tidak mencantumkan sumber penelitian dan memiliki angka yang berubah-ubah tanpa penjelasan.
6. Sikap paling tepat yang sebaiknya diambil pembaca saat menemukan infografis semacam ini adalah…
A. Langsung menyebarluaskannya karena tujuannya baik
B. Mengabaikannya sepenuhnya tanpa mencari tahu lebih lanjut
C. Menelusuri sumber asli data dan membandingkannya dengan kajian dari lembaga kredibel
D. Menganggapnya benar karena berkaitan dengan isu lingkungan yang penting
E. Menolak seluruh kampanye pengurangan plastik akibat satu infografis yang meragukan
Kunci jawaban: C
Pembahasan: Pembaca perlu melakukan pemeriksaan informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Caranya dengan menelusuri sumber asli dan membandingkan data dengan penelitian dari lembaga yang kredibel.
7. Apa perbedaan mendasar antara infografis yang beredar dan kajian lembaga penelitian lingkungan yang disebutkan dalam teks?
A. Infografis menggunakan bahasa yang lebih sulit dipahami
B. Kajian lembaga penelitian tidak pernah membahas topik yang sama
C. Infografis tidak memiliki sumber dan metodologi yang jelas, sedangkan kajian lembaga memiliki metodologi tertentu
D. Infografis dibuat oleh pemerintah, sedangkan kajian dibuat oleh swasta
E. Keduanya menghasilkan angka yang persis sama
Kunci jawaban: C
Pembahasan: Perbedaan utamanya terletak pada kejelasan sumber dan metodologi. Infografis yang beredar tidak menyertakan dasar penelitian, sedangkan kajian lembaga penelitian memiliki metodologi tertentu.
8. Simpulan yang paling sesuai dengan teks di atas adalah…
A. Semua informasi tentang lingkungan yang beredar di media sosial pasti tidak benar
B. Klaim yang viral belum tentu kredibel jika tidak disertai sumber dan metodologi yang jelas
C. Botol minum isi ulang terbukti secara ilmiah lebih ramah lingkungan tanpa perlu diperiksa lebih lanjut
D. Lembaga penelitian lingkungan selalu memiliki hasil yang sama dengan informasi di media sosial
E. Masyarakat tidak perlu mempermasalahkan sumber data selama tujuannya baik
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Teks menekankan pentingnya memeriksa sumber dan metodologi sebelum mempercayai informasi. Informasi yang viral tidak otomatis memiliki kredibilitas.
Teks 3 untuk soal nomor 9–12
Seorang kepala sekolah menerapkan kebijakan baru berupa pemberian tugas tambahan berupa esai reflektif kepada siswa yang terlambat lebih dari tiga kali dalam sebulan. Kebijakan tersebut menggantikan hukuman fisik atau skors.
Kebijakan ini muncul setelah kepala sekolah membaca beberapa laporan yang menunjukkan bahwa hukuman fisik cenderung tidak efektif mengubah perilaku siswa dalam jangka panjang dan berpotensi menimbulkan trauma.
Sebagian guru mendukung kebijakan tersebut karena dianggap lebih mendidik. Namun, sebagian guru lainnya meragukan efektivitasnya karena esai reflektif dinilai tidak memberikan efek jera yang cukup kuat bagi siswa yang sudah terbiasa terlambat.
Setelah enam bulan berjalan, sekolah mencatat penurunan angka keterlambatan siswa sebesar 20 persen dibandingkan periode sebelumnya.
9. Apa alasan utama kepala sekolah mengganti hukuman fisik dengan esai reflektif?
A. Karena esai reflektif lebih mudah dinilai oleh guru
B. Karena hukuman fisik dianggap kurang efektif dan berisiko menimbulkan trauma
C. Karena orang tua siswa mengajukan protes resmi
D. Karena aturan tersebut merupakan kewajiban dari dinas pendidikan
E. Karena seluruh guru sepakat sejak awal tanpa perdebatan
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Kepala sekolah mempertimbangkan laporan mengenai dampak hukuman fisik. Hukuman tersebut dinilai kurang efektif dalam mengubah perilaku dan berpotensi menimbulkan trauma.
10. Pernyataan manakah yang sesuai dengan informasi tersurat dalam teks?
A. Seluruh guru di sekolah tersebut sepakat dengan kebijakan baru ini
B. Angka keterlambatan siswa turun 20 persen setelah enam bulan kebijakan diterapkan
C. Kebijakan baru ini langsung diterapkan tanpa pertimbangan sebelumnya
D. Esai reflektif terbukti lebih efektif dibanding semua metode disiplin lain di Indonesia
E. Hukuman fisik masih diterapkan bersamaan dengan esai reflektif
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Teks secara langsung menyebutkan bahwa setelah enam bulan penerapan kebijakan, angka keterlambatan siswa turun sebesar 20 persen dibandingkan periode sebelumnya.
11. Berdasarkan teks, keraguan sebagian guru terhadap kebijakan baru ini didasarkan pada…
A. Anggapan bahwa esai reflektif kurang memberikan efek jera
B. Data resmi yang menunjukkan kebijakan tersebut gagal
C. Penolakan dari siswa terhadap tugas esai
D. Kekhawatiran terhadap beban kerja guru yang bertambah
E. Ketidaksesuaian kebijakan dengan kurikulum nasional
Kunci jawaban: A
Pembahasan: Sebagian guru berpendapat bahwa tugas esai reflektif belum tentu memberikan efek jera bagi siswa yang terbiasa terlambat. Hal tersebut menjadi dasar keraguan mereka.
12. Manakah simpulan yang paling didukung oleh data pada teks tersebut?
A. Esai reflektif terbukti sepenuhnya menyelesaikan masalah keterlambatan siswa
B. Terdapat indikasi awal bahwa kebijakan baru berkontribusi pada penurunan keterlambatan, meski masih ada pihak yang meragukannya
C. Hukuman fisik seharusnya tetap dipertahankan karena lebih efektif
D. Seluruh sekolah di Indonesia perlu segera mengganti sistem disiplinnya
E. Penurunan angka keterlambatan tidak ada kaitannya dengan kebijakan baru tersebut
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Data penurunan keterlambatan sebesar 20 persen menunjukkan adanya indikasi positif setelah kebijakan diterapkan. Namun, data tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa metode tersebut sepenuhnya menyelesaikan masalah.
Soal Literasi Umum Nomor 13–15
13. Seorang penulis artikel opini menyatakan, “Meskipun belum ada penelitian jangka panjang, saya yakin metode ini akan berhasil diterapkan di semua sekolah.” Kelemahan utama dari pernyataan tersebut adalah…
A. Bahasanya terlalu sulit dipahami pembaca awam
B. Klaim keberhasilan disampaikan tanpa didukung bukti penelitian yang memadai
C. Pernyataan tersebut terlalu pendek untuk sebuah opini
D. Penulis tidak menyebutkan namanya secara jelas
E. Topik yang dibahas tidak relevan dengan pendidikan
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Penulis menyampaikan keyakinan bahwa metode tersebut akan berhasil di semua sekolah, padahal belum ada penelitian jangka panjang yang mendukung klaim tersebut. Artinya, pernyataan dibuat tanpa bukti yang memadai.
14. Dalam mengevaluasi kredibilitas sebuah sumber berita daring, hal yang paling penting untuk diperiksa pertama kali adalah…
A. Jumlah komentar pada artikel tersebut
B. Kejelasan identitas penulis, lembaga penerbit, dan ketersediaan sumber rujukan
C. Panjang artikel yang dipublikasikan
D. Popularitas tagar yang menyertai artikel
E. Waktu artikel tersebut dibagikan ulang oleh pengguna lain
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Identitas penulis, lembaga penerbit, dan sumber rujukan menjadi unsur penting untuk menilai kredibilitas informasi. Jumlah komentar maupun popularitas sebuah artikel tidak otomatis membuktikan kebenarannya.
15. Seorang guru membaca dua artikel dengan simpulan yang bertentangan mengenai efektivitas pembelajaran daring. Langkah paling tepat yang sebaiknya dilakukan guru tersebut adalah…
A. Memilih artikel yang simpulannya sesuai dengan pendapat pribadinya
B. Mengabaikan kedua artikel karena dianggap tidak penting
C. Membandingkan metodologi, sumber data, dan kredibilitas masing-masing artikel sebelum menarik simpulan
D. Memilih artikel yang diterbitkan lebih baru tanpa pertimbangan lain
E. Menggabungkan kedua simpulan tanpa melakukan analisis lebih lanjut
Kunci jawaban: C
Pembahasan: Ketika menemukan informasi yang bertentangan, pembaca perlu mengevaluasi dasar penelitian, metodologi, sumber data, dan kredibilitas masing-masing artikel sebelum mengambil kesimpulan.
B. Latihan Soal PPG Kompetensi Pedagogik
1. Perkembangan Kognitif Peserta Didik
16. Pernyataan berikut yang menjelaskan makna istilah kognitif adalah….
A. Kemampuan berkomunikasi
B. Kemampuan untuk memecahkan masalah
C. Kemampuan berinteraksi
D. Kemampuan untuk mengintegrasikan diri
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Kognitif berkaitan dengan kemampuan berpikir dan mengolah informasi, termasuk kemampuan memecahkan masalah.
17. Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam perkembangan peserta didik. Faktor utama yang memengaruhi perkembangan kognitif anak adalah….
A. Inspirasi
B. Budaya
C. Inspirasi
D. Pengasuhan dan lingkungan
Kunci jawaban: D
Pembahasan: Pengasuhan dan lingkungan merupakan faktor yang memengaruhi perkembangan kognitif anak. Interaksi dengan lingkungan turut memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik.
18. Kemampuan berpikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika, tetapi masih terkait dengan objek-objek bersifat konkret merupakan ciri-ciri kemampuan anak berusia….
A. 0–2 tahun
B. 2–7 tahun
C. 7–11/12 tahun
D. 11/12–14/15 tahun
Kunci jawaban dalam bahan sumber: B.
Pembahasan: Soal ini perlu mendapat perhatian khusus karena terdapat ketidaksesuaian antara rumusan pertanyaan dan kunci jawaban yang dicantumkan. Ciri berpikir logis yang masih berkaitan dengan objek konkret mengarah pada tahap operasional konkret, yaitu pilihan C. Kunci B dalam bahan sumber perlu diperiksa kembali.
19. Menggunakan potongan sapu lidi, kelereng, globe, dan gambar-gambar dalam pembelajaran IPA serta IPS sebagai media merupakan penerapan yang sesuai dengan tahapan perkembangan berpikir anak yang dikenal sebagai tahapan….
A. Anak memahami bilangan dan angka, tetapi masih terkait dengan objek yang bersifat konkret (operasional konkret)
B. Pengamatan dan penginderaan yang intensif terhadap lingkungannya (sensomotor)
C. Dominasi pengamatan bersifat egosentris
D. Kemampuan mengoperasikan kaidah logika yang tidak terikat lagi dengan objek konkret (operasional formal)
Kunci jawaban: A
Pembahasan: Penggunaan benda nyata seperti kelereng, potongan sapu lidi, dan globe membantu peserta didik memahami materi melalui objek konkret. Pendekatan tersebut sesuai dengan tahap operasional konkret.
2. Perkembangan Moral Peserta Didik
**20. Peserta didik telah memiliki moralitas yang benar-benar diinternalisasikan dan tidak didasarkan pada standar-standar orang lain. Ia mengenal tindakan moral alternatif, menjajaki pilihan-pilihan, kemudian memutuskan berdasarkan suatu kode moral pribadi.
Hal ini merupakan contoh perilaku moral-spiritual pada tahapan….**
A. Penalaran pascakonvensional
B. Penalaran
C. Penalaran prakonvensional
D. Penalaran interkonvensional
Kunci jawaban: A
Pembahasan: Penalaran pascakonvensional ditandai dengan kemampuan individu menentukan keputusan moral berdasarkan prinsip atau nilai yang diyakini secara pribadi, bukan semata-mata mengikuti aturan dari orang lain.
**21. Individu memandang apa yang diharapkan oleh keluarga, kelompok, dan masyarakat serta setia mendukung aturan sosial bukan hanya untuk ketenangan, tetapi disadari sebagai sesuatu yang berharga.
Pernyataan tersebut merupakan tahapan perkembangan moral….**
A. Prakonvensional
B. Konvensional
C. Pascakonvensional
D. Interkonvensional
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Tahap konvensional ditandai dengan kepatuhan terhadap norma dan aturan sosial. Individu mempertimbangkan harapan keluarga, kelompok, dan masyarakat dalam menentukan perilaku.
3. Perkembangan Sosial Emosional Peserta Didik
22. Kemampuan peserta didik untuk membina hubungan dan kemampuan memotivasi diri termasuk kecerdasan….
A. Kognitif
B. Sosial
C. Emosional
D. Moral
Kunci jawaban: C
Pembahasan: Kecerdasan emosional berkaitan dengan kemampuan mengenali, mengelola, dan mengendalikan emosi, termasuk memotivasi diri serta membangun hubungan dengan orang lain.
**23. Seorang peserta didik mampu mengendalikan diri dengan baik dalam berbagai situasi, menjalin kerja sama dengan teman-temannya, dan memosisikan diri di lingkungan dengan baik.
Peserta didik tersebut memiliki kecerdasan….**
A. Moral
B. Spiritual
C. Sosial emosional
D. Kognitif
Kunci jawaban: C
Pembahasan: Kemampuan mengendalikan diri, bekerja sama, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan merupakan karakteristik perkembangan sosial emosional.
**24. Seorang peserta didik selalu ingin mendominasi dalam suatu kelompok belajar. Ia tidak memberikan kesempatan kepada anggota lain untuk mengemukakan pendapat. Jika teman lain yang memimpin dan mengendalikan alur kegiatan, ia memisahkan diri dan cenderung belajar sendiri.
Peserta didik tersebut mengalami permasalahan dalam perkembangan….**
A. Sosial-emosional
B. Kognitif
C. Moral
D. Spiritual
Kunci jawaban: A
Pembahasan: Perilaku mendominasi kelompok dan kesulitan menerima peran orang lain menunjukkan adanya permasalahan dalam interaksi sosial. Kondisi tersebut berkaitan dengan perkembangan sosial emosional peserta didik.
4. Kesulitan Belajar Peserta Didik
25. Memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler, melakukan rekreasi dengan guru, dan melakukan kegiatan informal lainnya memiliki fungsi untuk mengatasi kesulitan belajar dalam hal….
A. Mengemukakan gagasan
B. Mengaktualisasikan diri
C. Penciptaan hubungan yang baik
D. Merumuskan tindakan
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Kegiatan ekstrakurikuler, rekreasi, dan aktivitas informal dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi serta mengaktualisasikan dirinya.
26. Tindakan yang paling tepat dilakukan pada saat siswa mengalami kesulitan memahami pelajaran yang sedang diajarkan adalah….
A. Mengulang kembali bahan yang diajarkan
B. Memberikan tugas agar siswa mempelajari materi yang belum dipahami
C. Memberikan buku sumber untuk dipelajari siswa
D. Membantu setiap siswa yang mengalami kesulitan
Kunci jawaban: A
Pembahasan: Mengulang penjelasan materi dapat membantu peserta didik memahami kembali konsep yang belum dikuasai. Guru perlu memberikan penjelasan dengan memperhatikan bagian yang belum dipahami siswa.
**27. Seorang peserta didik mampu mendengarkan informasi yang disampaikan oleh guru, tetapi pada saat ditanya ia tidak mengerti apa yang ia dengar.
Peserta didik tersebut mengalami kesulitan atau gangguan belajar dalam hal….**
A. Kesulitan akademis
B. Gangguan simbolik
C. Gangguan nonsimbolik
D. Gangguan sosial
Kunci jawaban: B
Pembahasan: Berdasarkan klasifikasi dalam bahan latihan, kondisi tersebut termasuk gangguan simbolik, yaitu kesulitan dalam memahami atau mengolah simbol dan informasi yang diterima.
28. Perbedaan antara konseling dan wawancara terletak pada maksud dan tujuannya. Tujuan konseling adalah….
A. Membantu siswa agar dapat memecahkan masalah pribadinya
B. Membantu siswa agar dapat melakukan penyesuaian diri dengan lingkungannya
C. Membantu siswa agar dapat mengatasi kesulitan belajar
D. Membantu siswa agar memperoleh informasi tertentu
Kunci jawaban: A
Pembahasan: Konseling bertujuan membantu peserta didik memahami dan memecahkan permasalahan pribadi yang dihadapi. Sementara itu, wawancara dapat digunakan untuk memperoleh informasi tertentu.
29. Cara yang paling utama, cepat, dan akurat yang digunakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik yang bersumber dari faktor sosial adalah….
A. Sosiometri
B. Angket
C. Wawancara
D. Brainstorming
Kunci jawaban: A
Pembahasan: Sosiometri digunakan untuk mengidentifikasi hubungan sosial dalam kelompok. Melalui teknik ini, guru dapat mengetahui pola hubungan antarpeserta didik, termasuk posisi seorang siswa dalam kelompoknya.
30. Bila Anda sebagai guru menemukan peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran yang diberikan, tindakan apa yang akan dilakukan?
A. Memindahkan tempat duduk peserta didik ke meja paling depan
B. Mengulangi penjelasan bahan ajar kepada seluruh peserta didik
C. Memberikan bantuan belajar kepada peserta didik yang bersangkutan
D. Menugaskan seluruh peserta didik membaca buku sumber
Kunci jawaban: C
Pembahasan: Guru perlu memberikan bantuan belajar kepada peserta didik yang mengalami kesulitan. Pendampingan tersebut memungkinkan guru membantu sesuai kebutuhan dan kendala belajar yang dihadapi siswa.
Tips Mempersiapkan Diri Menghadapi Tes PPG
Mengerjakan latihan soal saja belum cukup untuk mempersiapkan seleksi PPG. Calon peserta juga perlu memahami konsep yang mendasari setiap pertanyaan.
Beberapa cara belajar yang dapat diterapkan antara lain:
- Pahami konsep, bukan sekadar menghafal jawaban. Pelajari teori perkembangan peserta didik, kompetensi pedagogik, serta konsep dasar keilmuan yang berkaitan dengan bidang studi.
- Biasakan membaca teks secara kritis. Latih kemampuan menemukan gagasan utama, informasi tersurat, informasi tersirat, dan simpulan bacaan.
- Pelajari alasan di balik setiap jawaban. Jangan hanya mengingat pilihan A, B, C, atau D. Pahami mengapa jawaban tersebut tepat dan mengapa pilihan lainnya kurang sesuai.
- Latihan mengerjakan soal secara mandiri. Kerjakan soal terlebih dahulu sebelum melihat kunci jawaban agar kemampuan analisis dapat terukur.
- Evaluasi kesalahan. Catat materi yang masih sulit dipahami dan ulangi pembahasannya secara berkala.
Latihan soal PPG dapat menjadi salah satu sarana untuk mengukur kesiapan sebelum mengikuti seleksi. Dengan memahami materi, membiasakan diri menganalisis soal, dan mengevaluasi hasil latihan, calon peserta dapat mempersiapkan diri secara lebih terarah.***